1. Pengertian E-bisnis
Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan
bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan
menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu
perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan
eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak
dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan,
serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih
baik.
Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan
elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih
merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi
segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik,
termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce
lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.
Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai
goal untuk menambah revenu dari perusahaan.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk
value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing),
manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order
elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama
dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran
data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web,
Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
2. Model-model E-bisnis
a. model-model e-business
E-Business atau E-Bisnis dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis
yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan
sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh
Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk
kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet.
E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem
pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan
fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier
dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani
kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang
(perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang
lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi
segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik,
termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis,
e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat Internet.
Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal
untuk menambah pendapatan dari perusahaan
Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis
termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic
purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management),
pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan,
dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk
pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik
lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
E-business merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam
teknologi informasi, khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk
meningkatkan cara organisasi melakukan seluruh proses bisnisnya.Rata
Penuh
Model-model E-business
Terdapat dua model E-business, yaitu :
1. B2C (Business to Consumers)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan
organisasi. Business to consumers atau business to costumer
menggambarkan kegiatan bisnis melayani konsumen dengan produk atau jasa.
Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang
mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu pembelian kulit,
tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke pengecer
akan dianggap transaksi B2C.
Karakteristik B2C :
- Antara organisasi dengan perorangan
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil
- Transaksi tidak sering terjadi
- Relatif sederhana
2. B2B (Business to Business)
Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan
organisasi (antar organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan
antara perusahaan, seperti antara manfaktur dan grosir, atau antara
grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan
volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena dalam rantai pasokan
(Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup bahan baku dan
penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil
membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca
jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah
saat kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi
(B2C) tunggal.
Karakteristik B2B :
- Antar organisasi
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan
- Lebih kompleks
3. B2G (Business to Government)
Interaksi terjadi antara organisasi dengan pemerintah. B2G memiliki
karakteristik yang sama dengan B2B sehingga B2G dapat dikelompokkan
kedalam B2B. B2G adalah turunan dari B2B yang sering disebut sebagai
public sector marketing atau pemasaran sektor publik yang mencakup
pemasaran produk dan jasa untuk berbagai tingkat pemerintahan, negara
bagian dan lokal melalui integrated marketing communication atau
komunikasi pemasaran terpadu seperti strategic public relation,
advertising, dan komunikasi berbasis web.
4. B2E (Business to Education)
Interaksi yang terjadi antara organisasi dengan pendidikan. Sama halnya
dengan B2G, B2E juga memiliki karakteristik yang sama dengan B2B.
3. Pengaruh bisnis terhadap proses bisnis
- Pembeli dan Inbound Logistic. Internet dapat meningkatkan
aktifitas pembeli dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi
calon pemasok dan membandingkan harga.
- Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi
yang berbeda dapat disentralisasikan, sehingga memungkinkan organisasi
untuk menetapkan pembelian total diseluruh dunia atas berbagai produk.
- Operasi internal, sumber daya manusia, dan infrastuktur.
Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan
effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke informasi juga dapat
secara signifikan meningkatkan perencanaan. Pada sumber daya manusia,
aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas dalam aktifitas
utama.
- Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas
informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya
tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang
dekat lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat
waktu tentang penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah
persediaan yang ditanggungnya.
- Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan dapat menciptakan katalog
elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan
penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan
menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat
secara signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon,
surat-menyurat atau pengiriman faks.
- Pelayanan dan dukungan Purnajual. E-business dapat secara
signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan.
4. faktor - Faktor Keberhasilan E-Bisnis.
• Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.
• Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.
• Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses
e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam
transaksi bisnis apapun, yaitu Validitas, Integritas, dan Privasi
5. infrastruktur pada peralatan untuk e-bisnis
Teknologi berperan. Teknologi berfungsi untuk memudahkan proses atau
mempersingkat langkah-langkah kerja (dari sepuluh tahap menjadi dua
tahap). Transportasi memudahkan orang berpergian antar-kota. Telepon
mempersingkat langkah transaksi (orang tak perlu secara fisik berada di
tempat transaksi) atau bahkan dalam hal perdagangan supaya lebih efisien
dal lebih mempersingkat waktu dalam hal jarak maupun waktu oleh karena
itu kenapa tidak jika kita mempergunakan internet sebagai sarana bisnis
yang tepat cepat dan akurat dalam mencari keuntungan.
e-business sedang berproses untuk mencari kesetimbangan dalam banyak
faktor. Infrastruktur adalah faktor dengan pengaruh paling besar.
Seperti contoh, gardu pembangkit listrik merupakan pendistribusian
tenaga listrik di suatu tempat atau daerah. Jika kita ingin menjalankan
perangkat keras computer maka akan membutuhkan tenaga listrik faktor
utama untuk menjalankan sebuah komputer. Namun jika di suatu daerah
tersebut terdapat gardu listrik dan sudah berdiri di satu daerah, namun
infrastruktur listrik tidak memadai, tentu proses bisnis dengan cara
termutakhir tak dapat berjalan baik di sana.
Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet,
menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini
memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan
mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode
alternatif yang dapat dipergunakan organisasi ataupun kelompok dalam
mengimplementasikan e-business pada organisasinya. E-business bersifat
universal daripada e-commerce
Jenis-jenis Jaringan yang biasanya dipakai dalam proses e-business ialah :
Banyak perusahaan ataupun beberapa organisasi yang menggunakan system e-business yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN) : sistem komputer dan peralatan lainnya,
seperti printer, yang lokasinya dekat antara satu dengan lainnya.
2. Wide Area Network (WAN) : mencakup wilayah geografis yang luas, dan seringkali global.
3. Value Added Network (VAN) : nilai tambah dari jaringan, domain atau
wilayah pemasok transmisi biasa, yang mencukup layanan pertukaran data
elektronik, email dan layanan informasi.
4. Internet : jaringan internasional komputer (dan jaringan-jaringan yang lebih kecil) yang saling berhubungan.
Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi BUS.
1. Konfigurasi Bintang
Dalam konfigurasi ini semuanya komponen terhubung dengan server pusat dan komunikasi dikendalikan seluruhnya oleh server pusat
2. Konfigurasi Cincin
Dalam konfigurasi ini setiap titik atau komponen secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya.
3. Konfigurasi BUS
Dalam konfigurasi ini setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS.
6. Studi kelayakan e-bisnis
Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya
terutama bagi para investor yang selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi
kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum
dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda
satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui
tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui
tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya,
pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara
makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dll.
Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian,
maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam
studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti
kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk
memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau
ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut di atas adalah menunjukan
bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai
ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom,
hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.
Dan studi kelayakan biasanya digolongkan menjadi dua bagian yang
berdasarkan pada orientasi yang diharapkan oleh suatu perusahaan yaitu
berdasarkan orientasi laba, yang dimaksud adalah studi yang
menitik-beratkan pada keuntungan yang secara ekonomis, dan orientasi
tidak pada laba (social), yang dimaksud adalah studi yang
menitik-beratkan suatu proyek tersebut bisa dijalankan dan dilaksanakan
tanpa memikirkan nilai atau keuntungan ekonomis.
Aspek yang terdapat pada studi kelayakan proyek atau bisnis yang terdiri
dari berbagai aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :
1. Aspek hukum
Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
a. Perijinan :
i) Izin lokasi :
• sertifikat (akte tanah),
• bukti pembayaran PBB yang terakhir,
• rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
ii) Izin usaha :
• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
• NPWP (nomor pokok wajib pajak)
• Surat tanda daftar perusahaan
• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
• Surat tanda rekanan dari pemda setempat
• SIUP setempat
• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan
2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :
a. Dari sisi budaya
Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.
b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat mengubah atau justru mengurangi income per capita
panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita
penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat
atau UMR, dll.
c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai,
lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik
dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.
Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen,
dll. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan
membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber
data yang terkumpul.
3. Aspek pasar dan pemasaran
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :
• Potensi pasar
• Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
• Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup
tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan
permintaan masa lalu, dll.
• Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih
sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh
strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.
4. Aspek teknis dan teknologi
Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan
lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan
teknologi yang sesuai.
5. Aspek manajemen
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.
6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi
pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang
bersangkutan.
7. Proposal e-bisnis
langkah - langkah pembuatan proposal e-bisnis.
i. Latar Belakang Perusahaan
1. Identitas Perusahaan
Berisi nama perusahaan dan juga nama atau jenis produk dari perusahaan tersebut.
2. Bidang Usaha
Berisi tentang bidang – bidang apa saja yang di tangani perusahaan tersebut.
3. Perijinan Usaha
Berisi menyangkut ijin – ijin suatu perusahaan agar dapat berdiri atau beroperasi, di antaranya NPWP, TDP, dan SIUP.
4. Alamat Perusahaan
Berisi alamat perusahaan yang meliputi alamat lokasi atau gedung perusahaan dan juga alamat web dari perusahaan.
ii. Latar Belakang Perusahaan
Berisi visi, misi, maksud serta tujuan dari suatu perusahaan.
http://ephie.staff.umm.ac.id/files/2011/02/1.-Pengantar-e-business.ppt
http://ewawan.com/pengertian-e-business-atau-definisi-e-business.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Studi_kelayakan_bisnis
http://nayaka01susy.blogspot.com/2012/01/proposal-e-business-plan.html
Selasa, 18 November 2014
Rabu, 16 Juli 2014
JUMLAH CALEG DPR DARI 12 PARTAI
Berapa jumlah
caleg DPR dari 12 partai dan Jumlah kursi yang di perebutkan di DPR.
Untuk tingkat DPR RI, terdapat 6.608 caleg dari 12 partai nasional yang
memperebutkan 560 kursi di 77 Daerah Pemilihan seluruh Indonesia. Di
setiap Dapil, tersedia 3-10 kursi yang diperebutkan.
Alamat DPP
PARPOL, DPD1 & 2(+-12 Partai) Nama Partai Politik dan Alamat,NMR Kantor
Parpol
1.
DPC Partai Nadional Demokrat (Partai Nasdem)
Jl.Bulakerejo Rt 3 Rw 7 Sukaharjo no hp 081329193026
2.
DPC Pertai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jl. Sudirman No.
417B Sukoharjo Tlp 593136 Hp 0818552644
3.
DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jl. Jendral
Sudirman No,421 Sukoharjo
Hp 0856722788
4.
DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPIP)
Jl.Tentara Pelajar Jombo Bedosari Tlp 593399 Hp 081804513339
5.
DPD Partai Golkar Jl. Maryo Sunaryo No. 22 Sukoharjo
Tlp 593136 Hp 0818552644
6.
DPC Partai Gerindra Jl.Gatot Subroto No 8 Madyorejo Rt
01/VII Jetis, skh Hp05229081456
7.
DPD Partai Demokrat JL.Pemuda No. 70 Sukoharjo tlp.
590413 Hp 081548647299
8.
DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Jl. Jend.
Sudirman No. 298 Sukoharjo Hp 0856722788
9.
DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jl.Jend
Sudirman 419 Hp 081931650300
10. DPC Partai Hanurah Jl. Tentara pelajar No. Jombor
Indah, Bendosari Hp 08329400091
11. DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Jl. Gatot Subroto No 15
Sukoharjo 08781272888
12. PDK Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Jl.
Raya Solo Sukoharjo Km 7.8 Telukan, Grogol, Skh 081227886411
Khusus anggota DPR dan DPRD1 yang terpilih, Berapa
jumlah caleg perempuan diperkirakan calon legislator perempuan terpilih pada
Pemilu 2014 sekitar 14 persen dari total anggota DPR RI.
Caleg perempuan terpilih sebanyak 79 orang itu turun
signifikan jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2009 sebanyak 18 persen (103
orang), kata Ana Margret dalam seminar "Refleksi Kritis Komitmen Internal
Partai Politik soal Keterpilihan Perempuan" diJakarta,Senin.
Penurunan
itu, layak dikritisi karena berbanding terbalik dengan tingkat pencalonan
perempuan di DPR RI, yakni 33,6 persen pada Pemilu 2009 dan naik mencapai 37
persen pada Pemilu 2014, hal tersebut sejalan dengan adanya Peraturan Komisi
Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur minimum 30 persen pencalonan perempuan
dalam daftar calon tetap di setiap dapil DPR/DPRD.
"Temuan
ini menunjukkan bahwa hambatan dan tantangan bagi keterpilihan perempuan dalam
parlemen tidak secara otomatis teratasi dengan dikeluarkannya peraturan teknis
yang secara formal ditujukan untuk mengawal pencalonan perempuan,"
Ia mengatakan bahwa caleg perempuan yang diperkirakan terpilih pada Pemilu 2014 didominasi oleh wajah-wajah baru di parlemen.
"Dari 103 anggota perempuan di DPR RI periode
2009--2014, hanya ada 36 orang yang diperkirakan terpilih kembali,"
Dengan kata lain, kata dia, sekitar 34 persen perempuan petahan lolos kembali menjabat di DPR RI, sementara hampir sebagian besar terpental keluar.
"Jika
dibandingkan dengan perkiraan jumlah caleg perempuan terpilih pada Pemilu 2014,
tingkat keterpilihan perempuan petahana adalah 45 persen".
Selasa, 01 April 2014
DAMPAK GLOBALISASI
lobalisasi yang diartikan sebagai suatu proses menuju lingkup dunia.
Semua peristiwa baik ekonomi, politik maupun budaya yang terjadi di satu
belahan dunia dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat di seluruh
dunia.. Proses ini bukan berarti tidak memberikan dampak dalam
kehidupan.
Kita harus mengakui bahwa globalisasi telah membawa dampak yang luas
dalam kehidupan manusia. Dampak yang ditimbulkan globalisasi tidak
semuanya bersifat positif akan tetapi ada juga yang berdampak negatif
bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegera. Apa saja dampak
globalisasi? Untuk mengetahui sejauh mana dampak yang ditimbulkan
globalisasi, berikut ini contoh dampak positif dan dampak negatif dari
globalisasi bagi kehidupan kita bersama.
1. Dampak positif globalisasi
Globalisasi yang berkembang saat ini, telah berpengaruh ke segala aspek
kehidupan manusia. Diantaranya dampak pada bidang ekonomi, politik dan
teknologi.
a. Bidang ekonomi
Seperti telah disinggung di awal pembahasan bahwa globalisasi pertama
kali berkembang di bidang ekonomi. Memang perekonomian paling merasakan
dampak positif globalisasi. Perkembangan industri begitu pesat,
perdagangan bisa terjadi lintas negara serta membuka pasar tenaga kerja
internasional. Dengan diterapkannya perdagangan bebas maka produk dalam
negeri dapat dipasarkan ke berbagai negara tanpa bea masuk.
Selain berpangaruh terhadap perdagangan antar negara, globalisasi juga
mendorong terbentuknya lembaga-lembaga ekonomi dunia yang beranggotakan
negara-negara di dunia. Seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Trade Organization (WTO),
sebagai organisasi dunia yang membantu mengatur laju perdagangan dan
perputaran uang antarnegara. Globalisasi ikut berperan untuk membentuk
perjanjian kerjasama perdagangan regional seperti Asia-Pasifik Economic Cooperation (APEC), Nort American Free Trade (NAFTA), Asian Free Trade Area (AFTA) dan adanya pembentukaan mata uang Euro sebagai mata uang bersama negara-negara di kawasan Eropa.
b. Bidang politik
Pengaruh globalisasi tidak hanya dalam bidang ekonomi, globalisasi juga
memberikan dampak yang positif terhadap bidang politik. Meskipun politik
dan pemerintahan merupakan hak kedaulatan setiap negara, akan tetapi
dalam penyelenggaraan pemerintahan di era global ini, negara- negara
lain menuntut adanya sikap keterbukaan, demokratis dan menghormati
hak-hak asasi manusia. Tuntutan ini telah menjadi kesepakatan antar
negara di dunia.
Dengan demikian mau tidak mau setiap negara harus mempraktekkan
pemerintahan sesuai dengan tuntutan globalisasi. Hal ini tentu berdampak
positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita juga merasakan
dampak dari sistem pemerintahan yang terbuka, demokratis dan menghargai
hak asasi manusia. Kalian tentu mengamati dalam beberapa tahun terakhir
ini terjadi perubahan yang luar biasa di negara kita. Setiap warga
negara mempunyai hak untuk dilibatkan secara langsung dalam perumusan
dan pelaksanaan kebijakan serta melakukan pengawasan jalannya
pemerintahan.
Sebagai contoh dalam menentukan wakil rakyat di DPR dan DPRD, setiap
warga negara yang telah memenuhi syarat berhak memilih langsung dalam
pemilu yang demokratis. Selain itu pemerintahan juga dijalankan dengan
transparan dan akuntabel. Tidak bisa lagi pejabat negara melakukan
korupsi di negara kita. Masyarakat juga semakin aktif terlibat dalam
berbagai organisasi yang menyuarakan demokratisasi di negara kita dan
melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan
c. Bidang sosial budaya
Dampak positif globalisasi dalam dibidang sosial budaya, diantaranya
dalam bentuk pertukaran budaya antar bangsa. Kita tentu dulu tidak
membayangkan bisa bertukar pikiran dan mengenal budaya bangsa lain.
Dengan globalisasi, nilai-nilai budaya asing banyak yang masuk ke
Indonesia lewat televisi, majalah, surat kabar maupun internet. Salah
satunya budaya berpikir rasional yang banyak berkembang di negara-negara
barat.
Globalisasi memungkinkan kita untuk belajar berpikir rasional dari
negara lain. Hasilnya, kehidupan yang rasional, berdasarkan akal
berkembang pesat di negara kita. Dengan adanya globalisasi bentuk
kehidupan mulai mengalami perubahan. Globalisasi mendorong kepada setiap
orang untuk hidup lebih terbuka, kreatif serta inovatif berdasarkan
akal dan pikiran.
d. Bidang teknologi dan informasi
Globalisasi memberikan dampak positif terhadap perkembangan bidang
teknologi dan informasi. Dengan semakin canggih teknologi dan informasi
memungkinkan setiap orang mampu melewati batas-batas negara dalam waktu
singkat. Kita dapat menghemat waktu dalam berkomunikasi dengan bangsa
lain. Selain itu informasi dari negara lain dengan cepat dapat kita
terima.
Globalisasi di bidang teknologi dan informasi membuat seseorang yang
menginginkan informasi tentang peluang kerja ke luar negeri cukup duduk
di depan komputer, browsing di internet tanpa membuang waktu dan energi
telah mendapatkan informasi apa yang diinginkan. Sebagai pelajar, kita
bisa mendapatkan informasi terkini perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Waktu dalam berkomunikasi dengan bangsa lain. Selain itu informasi dari
negara lain dengan cepat dapat kita terima. Globalisasi di bidang
teknologi dan informasi membuat seseorang yang menginginkan informasi
tentang peluang kerja ke luar negeri cukup duduk di depan komputer,
browsing di internet tanpa membuang waktu dan energi telah mendapatkan
informasi apa yang diinginkan. Sebagai pelajar, kalian bisa mendapatkan
informasi terkini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Dampak negatif globalisasi.
Patut kita sadari, globalisasi tidak selalu memberikan dampak yang
positif bagi kehidupan manusia di dunia ini. Globalisasi dapat
menimbulkan pengaruh yang kurang menguntungkan bagi suatu negara.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa globalisasi berpengaruh
terhadap berbagai bidang kehidupan manusia.
Apa saja pengaruh negatif globalisasi? Beberapa pengaruh negative globalisasi adalah sebagai berikut;
a. Bidang politik
Perkembangan globalisasi berpengaruh terhadap kedaulatan suatu negara
dalam menjalankan pe merintahan serta mengatur negaranya. Gejala ini
terjadi hampir di setiap negara. Hal ini, dikarenakan adanya
aturan-aturan baru yang telah disepakati bersama dengan lembaga-lembaga
global misalnya PBB dan WTO.
Campur tangan masyarakat internasional dan masuknya nilai-nilai budaya
yang baru dari dunia luar memberikan perubahan bidang politik dalam
suatu negara. Di Indonesia setelah nilai-nilai politik luar masuk secara
langsung atau tidak langsung membuat lunturnya nilai-nilai politik yang
berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat dan gotong royong
yang telah lama kita miliki. Untuk itu kita sebagai bangsa harus mampu
menyaring nilai-nilai atau pengaruh dari luar agar sesuai dengan
kepribadian bangsa.
Kita bersyukur, pendiri bangsa ini mewariskan Pancasila sebagai ideologi
bangsa, menjadi pedoman bagi generasi selanjutnya dalam menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian setiap pengaruh
politik luar harus disaring dengan nilai-nilai Pancasila.
Nilai-nilai Pancasila seperti kekeluargaan, musyawarah mufakat harus
kita pegang teguh dalam setiap aktivitas di bidang politik. Kita
seringkali mencermati berkembangnya kebebasan berpolitik terkadang
justru menciptakan kebebasan yang kebablasan sehingga tidak mempedulikan
aturan. Selain itu kebebasan berpolitik telah meningkatkan nilai-nilai
politik individual dan melupakan kolektivitas kelompok masyarakat.
b. Bidang ekonomi
Berkembangnya globalisasi membuat perekonomian suatu negara mengalami
perubahan drastis. Sektor-sektor ekonomi rakyat yang semula mendapat
subsidi sekarang semakin berkurang, lembaga ekonomi seperti koperasi
sulit untuk berkembang dan penyerapan tenaga kerja dengan pola padat
karya mulai ditinggalkan.
Kompetisi produk dan harga semakin meninggi sejalan dengan kebutuhan
masyarakat yang semakin selektif. Ini semua tidak lepas adanya semangat
kapitalisme yang tumbuh semakin subur dan berpotensi menciptakan
kesenjangan ekonomi antara negara-negara kaya dengan negara-negara
berkembang. Negara-negara kuat secara ekonomi akan melakukan perluasan
pasar dalam rangka mencari keuntungan sebesar-besarnya meskipun dapat
merugikan negara-negara yang ekonominya masih lemah.
c. Sosial budaya
Globalisasi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan sosial
budaya masyarakat dunia. Melalui teknologi informasi dan komunikasi yang
canggih masyarakat seluruh dunia dapat menikmati nilai-nilai budaya
global yang dapat melunturkan nilai-nilai lokal. Lunturnya nilai lokal
mengakibatkan terjadinya krisis nilai dan identitas Orang-orang
cenderung bergaya hidup individualisme, pragmatisme, hedonisme, konsumerisme.
Meninggalkan semangat gotong royong solidaritas dan kesetiakawan
sosial, serta nilai-nilai keagamaan. Globalisasi juga memberikan
pengaruh terhadap kualitas kejahatan yang semakin canggih dengan
mempergunakan teknologi informasi dan komunikasi lintas negara.
Sumber : http://destracelca.blogspot.com/2014/03/dampak-gelobalisasi.html
PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi berasal dari kata global
yang secara hafiah berarti umum atau mendunia. Globalisasi merupakan
suatu kondisi dimana perbedaaan jarak dan letak geografis bukan lagi
menjadi penghalang untuk berkomunikasi. Dunia seakan tanpa batas,
sehingga makin dekat dan menyebar luas. Berbagai peristiwa di belahan
dunia dengan sangat mudah dapat diakses atau diterima di berbagai
negara. Demikian pula berbagai produk barang-barang luar negri dengat
sangat mudah dapat ditemukan di negara lain.
Era Globalisasi sangat erat kaitanya dengan transparansi atau
keterbukaan. Transparan berarti suatu keadaan di mana kondisi suatu
daerah secara mudah dapat diakses, dilihat, dan diterima oleh masyrakat
di daerah lain. Akibat transparansi atau keterbukaan, maka segala
pengaruh luar sangat mudah memasuki sebuah negara. Demikian oula
sebaliknya, transparansi telah memengaruhi berbagai sektor dalam
kehidupan, mulai dari bidang politik, pemerintahan, ekonomi, sosial
budaya, teknologi informasi, maupun pertahanan dan kemanan. Jadi era
globalisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
*source : farhanshare.blogspot.com- Adanya transparansi atau ketebukaan di berbagai bidang kehidupan.
- Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi yang pesat.
- Berbagai peristiwa di suatu daerah atau negara mudah diakses di daerah atau negara lain.
- Arus komunikasi yang lancar seakan tanpa hambatan.
2. Proses Globalisasi
Globalisasi pada hakikatnya merupakan gagasan dari pihak atau negara
tertentu yang kemudian ditawarkan kepada pihak atau negara lain untuk
diikuti dengan sebab-sebab tertentu. hal ini memerlukan jangka waktu,
sehingga merupakan suatu proses yang terus bergulir dari waktu ke waktu,
zaman ke zaman.
James Petras mengemukakan bahwa proses globalisasi terjadi dalam 3 tahapan, yaitu sebagai berikut.
- Fase Pertama, Globalisasi telah dimulai sejak abad ke-15. Seiring dengan perkembangan kapitalismne dan ekspansi ke negara dan daerah lain. Proses globalisasi juga telah dimulai sejak terjadi penaklukan subah negri atas Asia, Afrika, dan Amerika Latin serta pendudukan bangsa kulit putih atas tanah di Amerika Utara dan Australia.
- Fase Kedua, Globalisasi dibangun pada era interimperial trade atau perdagangan antar kaum penjajah. Perdagangan antarnegara di Eropa selanjutnya dengan Amerika, merupakan serangkaian kerja sama lokal dalam satu kawasa untuk mendukung kekuatan dominan dalam kawasan tersebut. Dalam konteks ini, globalisasi telah melibatkan kompetisi dan kolaborasi antara perusahaan multinasional di satu negara untuk merebut pasar dunia.
- Fase Ketiga, Globalisasi masuk ke dalam fase international trade atau perdagangan internasional. Perdagangan internasional atas komoditas dan jaringan pasar global maupun regional telah memberi karakter kelas dalam globalisasi, di mana globalisasi telah menjadi arena bagi konflik kelas dan konflik perdagangan.
Selain 3 tahapan diatas, terdapat juga tahapan-tahapan lain dalam proses globalisasi, antara lain sebagai berikut.
*source : farhanshare.blogspot.com
- Tahap embrional (tahun 1500-1800)
- Tahap pertumbuhan (tahun 1810-1870)
- Tahap take off (tahun 1870-1920)
- Tahap perjuangan hegemoni (tahun 1920-1960)
- Tahap keditakpastian (Tahun 1960-1990)
- Tahap kebudayaan global (setelah tahun 1990)
Keenam tahapan itu merupakan akibat dari revolusi ilmu pengetahuan dan
teknologi. Revolusi ilmu pengetahuan dengan segala perwujudanya telah
mendorong meluasnya budaya global dengan ciri mobilitas tinggi dan arus
informasi yang tidak terbendung. Adapun wujud dari arus budaya global
ini, antara lain sebagai berikut.
- Arus ide yang ditandai dengan makin derasnya nilai baru yang masuk ke suatu negara atau daerah. Dalam arus ide ini muncul isu-isu yang telah menjadi bagian dari masyarakat internasional. Isu internasional ini tidak hanya berlaku di wilayah suatu negara, melainkan di berbagai belahan dunia.
- Arus media yang ditandai dengan makin kuatnya mobilitas informasi, baik melalui media maupun elektronik. Berbagai peristiwa di belahan dunia seakan-akan berada di hadapan kita karena cepatnya teknologi komunikasi dan informasi.
- Arus keungangan yang ditandai dengan makin tingginya mobilitas modal, investasi, pembelian melalui internet, dan penyimpanan uang di bank-bank asing.
- Arus perusahaan internasional yang ditandai dengan munculnya multinational corporation dan transnational corporation yang kegiatanya dapat menembus batas-batas wilayah negara.
- Arus etnis yang ditandai dengan mobilitas manusia yang tinggi dalam bentuk imigran, turis, pengungsi, tenaga kerja, dan pendatang baru. Arus manusia ini melawan batas-batas teritorial suatu wilayah negara.
3. Faktor Penyebab Munculnya Globalisasi
Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya globalisasi. Faktor tersebut adalah faktor dari dalam dan faktor dari luar.
a) Faktor dari Luar, yaitu faktor yang berasal dari luar
negri/internasional atau dari perkembangan dunia. yang termasuk faktor
luar antara lain sebagai berikut.
- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pesatnya ilmu dan teknologi manusia menciptakan fasilitas yang mempermudah cara kerja dan aktivitas sehari-hari.
- Penemuan sarana komunikasi yang makin canggih. berbagai sarana komunikasi mendorong munculnya globalisasi, sebab dengan sarana yang ada orang dapat dengan ceptat dan mudah berkomunikasi dengan orang lain kapan saja tanpa terhalang oleh waktu dan jarak.
- Modernisasi di berbagai bidang memengaruhi negara lain untuk mengadopsi atau meniru hal yang samna.
- Meningkatnya peran dan fungsi lembaga-lembaga internasional membuka peluang setiap negara untuk duduk bersama menentukan masalah-masalah negara maupun perkemembangan internasional.
- Perkembangan HAM menurut kepedulian masyarakat internasional untuk turut menegakkan HAM di negara lain.
b) Faktor dair Dalam, yaitu yang
berasal dari dalam negri (nasional) tanpa campur tangan pihak manapun.
Faktor dari dalam diri di antaranya sebagai berikut.
- Berkembangnya cara berpikir dan makin majunya pendidikan masyarakat. Hal ini menjadikan masyarakat makin peka terhadap informasi dan perkembangan dunia internasional.
- Munculnya berbagai lembaga politik dan lembaga swadaya masyarakat yan turut mengawasi jalanya pemerintahan dan menuntut penguasa agar menganut sistem manajemen terbuka.
- Kebebasan pers atau media masa, entah itu media cetak maupun elektronik. Pers merupakan penghubung antara sebuah negara dengan negara yang lainya.
- Ketergantungan sebuah negara terhadap negara-negara lain di dunia. Sebuah negara berkembang membuatuhkan impor barang-barang dan jasa dari negara maju untuk membangun dan memperkokoh negrinya. Demikian pula negara maju menjali kerjasama dengan negara lain guna mengekspor produk dan hasil sumber dayanya.
4. Agen-agen atau Pelopor Globalisasi
Proses globalisasi mampu mendunia dan
diterima oleh seluruh negara di dunia berkat efektivitas gerak dari
pelopor dan agen-agen globalisasi itu sendiri. Terbentuknya globalisasi
sesungguhnya adalah berkat jasa agen-agen dan organisasi globalisasi
seperti IMF, GATT, World Ban, WTO, dan APEC.
Berikut ini dijelaskan secara lebih detail konstribusi agen-agen globalisasi dalam proses kelahiran dan pertumbuhan globalisasi.
a) International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional.
*source : farhanshare.blogspot.com
IMF didirikan pada tanggal 27 Desember 1945 dan memulai operasinya pada 1
Maret 1947. markas besarnya di Washington D.C., Amerika Serikat. Tujuan
atau purpose IMF adalah memajukan kerja sama moneter
internasional dan memperluas perdagangan internasional, membantu
pengadaan sistem multilateral pembayaran teradap perjanjian-perjanjian
yang sedang berlaku antara para anggota, dan memberi bantuan pinjaman
(kredit) kepada negara-negara anggotanya.
b) General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) atau Perjanjian Umum Tentang Tarif dan Perdagangan.
GATT mulai dirundingkan sejak tahun 1947 dan mulai diberlakukan oleh 23
negara yang menandatanganinya pertama kali pada tanggal 1 Januari 1948.
GATT merupakan perjanjian multilateral yang tujuan utamanya adalah untuk
membebaskan pedagangan dunia dari berbagai faktor yang mungkin
menghambatnya, serta menempatkanya pada suatu landasan yang kokoh,
sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan perekonomian, serta
kesejahteraan bangsa-bangsa di dunia. Sejak disahkan berdirinya, GATT
berperan sebagai lembaga yang menggerakan perundingan-perundingan.
Dengan prinsip perdagangan bebas
tanpa hambatan itu, diharapkan akan terjadi efisiensi dalam perekonomian
dunia. Anggota GATT pada dasarnya terdiri atas tiga hal pokok, yakni:
- Prinsip resprositas atau timbal balik,
- prinsip nondiskriminasi atau perlakuan yang sama, dan
- Transparansi atau kejelasan dan keterbukaan.
c) World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia
WTO didirikan pada tanggal 1 Januari 1995. WTO berfungsi sebagai:
- Untuk memperlancar pelaksanaan administrasi dan operasional demi mewujudkan sasaran dari organisasi tersebut,
- Menyediakan forum perundingan multialteral anggotanya,
- mengatur kesepakatan mengenai tata tertib aturan dan proses penyelesaian sengketa,
- Mengatur mekanisme pemantauan keijaksanaan perdagangan serta bekerja sama dengan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, serta badan afiliasinya dalam rangka kebijaksanaan ekonomi global.
WTO didirikan untuk mengatur arus perdagangan dunia dan menghindari
adanya negara-negara yang merasa dirugikan dalam perdagangan
internasional tersebut.
d) Asia PAcific Economic Cooperation (APEC) atau Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik
*source : farhanshare.blogspot.com
APEC berdiri pada bulan November 1989 di CAnberra, Australia atas
prakarsamantan Perdana Mentri Australia, Bob Hawke. Proses pembentukan
APEC ini dinilai begitu cepat karena didasari motivasi sebagai berikut.
- Meningkatnya proteksionisme.
- Munculnya kelompok-kelompok perdagangan, seperti pasar tunggal Eropa (MEE) dan pasar bebas Amerika Utara (NAFTA).
- Perubahan yang cepat dalam politiki dan ekonomi di Eropa Timur, khusunya negara-negara bekas Uni Soviet.
- Adanya pemikiran bahwa kemajuan perekonomian suatu negara dapat tercapai bila didorong oleh pasar menuju ke suatu intergrasi ekonomi regional atau internasional.
Pada mulanya, APEC beranggotakan 12 negara, yakni enam anggota ASEAN
ditambah Jepang, Amerika, Kanada, Australia, Korea Selatan, dan Selandia
Baru. Kini berkembang dan berambah menadi 21 Negara.
Ketika konfrensi Tingkat Tinggi APEC diadakan di Bogor, Indonesia pada
bulan November 1994, berhasil diputuskan deklarasi yang kemudian dikenal
dengan Deklarasi Bogor. Deklarasi Bogor menghasilkan 13 butir hasil
perundingan, beberapa diantaranya sebagai berikut.
- APEC akan mempromosikan kerja sama ekonomi berdasarkan kemitraan yang sederajat, tanggung jawab bersama, serta saling menghormati kepentingan bersama dan keuntungan bersama.
- APEC akan mempercepat usaha untuk menghilangkan proteksi.
- APEC menyerukan seluruh anggota WTO yang non-APEC untuk bekerja sama dengan APEC menuju liberalisasi perdagangan multilaterlal yang lebih jauh.
- APEC sepakat mengadopsi tujuan jangka panjang dari perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka akan tecapai paling lama tahun 2020.
- APEC mengharapkan para pemimpin negara anggota APEC membahas proposal pengaturan APEC tentang prinsip pabean, standar, investasi, dan hambatan administratif untuk mengakses pasar.
- APEC sepakat mencari jasa penengah perselisihan dalam WTO, dan sebagainya.
Dari uraian di atas, dapat kita ketahui bagaimana negara-negara adikuasa
dalam bidang ekonomi berupaya menciptakan tatanan ekonomi dunia yang
sama di seluruh dunia. Mereka galang dari forum-forum regional dan
akhirnya diharapkan kelak terbentuk aturan yang seragam dalam kehidupan
ekonomi di seluruh dunia. Itulah yang disebut globalisasi ekonomi.
5. Arti Penting Globalisasi bagi Indonesia
*source : farhanshare.blogspot.com
Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia pasti tidak dapat dan tidak
akan mengisolasi diri dari pergaulan internasional. Andaikata insolasi
diri itu terjadi, sudah dapat dipastikan Indonesia tidak akan mampu
memenuhi kebutuhanya sendiri. Ini artinya apa? artinya tidak lain bahwa
di dalam ubungan internasional terjadi apa yang dinamakan saling
berhubungan dan salingketergantungan antara satu negara dengan negara
yang lainya.
Globalisasi memang sering digambarkan sebagai sebuah gejala ekonommi,
yang ditandai dengan munculnya banyak perusahaan multinasional, yang
beroperasi melintas batas-batas wilayah negara. Hal ini memengaruhi
proses produksi dan penyebaran tenaga kerja internasional. Namun
sesungguhnya lebih luas dari itu, sebab selain bidang ekonomi, juga
menyangkut politik, sosial dan budaya. Semua bidang tersebut digerakkan
oleh perkembangan informasi dan teknologi komunikasi yang telah mampu
meningkatkan kecepatan dan lingkup hubungan antarmanusia di seluruh
pelosok dunia.
Contoh yang masih sangat aktual adalah peristiwa yang lalu tejadi di
Yogyakarta, tepatnya tanggal 27 Mei 2006, yaitu gempa bumi. Dalam waktu
sekejap, apa yang terjadi di Yogyakarta tersebut langsung dapat
diketahui oleh hampir seluruh manusia yang ada di dunia ini. Contoh lain
adalah perebutan piala dunia sepak bola atau cabang olahraga lainya.
hampir semua pasang mata orang di dunia dapat menyaksikan pertandingan
tersebut tanpa harus datang ke negara penyelenggara. Dari beberapa
contoh ini kita tahu bahwa globalisasi sesungguhnya telah merambah ke
segenap bidang kehidupan kita.
Globalisasi memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia yang sedang
membangun yaitu dengan mengambil manfaat dari kemajuan-kemajuan yang
telah dicapai oleh bangsa atau negara lain, untuk diterapkan di
Indonesia, Sudah barang tentu tidak semua kemajuan yang dialami bangsa
lain akan kita ambil atau kita tiru begitu saja. Indonesia seharusnya
hanya akan mengambil kemajuan dari sisi positifnya saja, baik itu
kemajuan di bidang ekonomi, politik, teknologi, maupun sosial budaya.
Untuk itu nilai-nilai Pancasila harus kita jadikan sebagai pedoman dan
penyaring dari nilai globalisasi yang diserap, karena nilai-nilai
pancasila sesuai dengan situasi dan kondisi dari bangsa Indonesia.
pancasila bersumber dari agama dan adat istiadat yang digali dari bumi
Indoensia.
6. Peranan Globalisasi
Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, industri,
kebudayaan, kesehatan, dan lain-lain dapat memberi pengaruh terhadap
lingkungan. Pengaruh tersebut dapat dirasakan oleh negara-negara
berkembang maupun negara-negara yang sudah maju (adikuasa).
Globalisasi berperanan penting bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia
karena mampu membantu masyarakat dalam upaya mencapai kesejahteraan
hidupnya. Peranan globalisasi dapat dilihat dari berbagai bidang
diantaranya sebagai berikut.
a) Bidang Politik, Pemerintaha, Hukum, dan HAM
- Dengan globalisasi Indonesia dapat dengan mudah melakukan komunikasi dan koordinasi antara daerah atau antara pemerintah dengan masyarakat di berbagai daerah. Berbagai kebijakan pemerintah dapat segera sampai kepada masyarakat dan rakyat dapat memberikan atau menyampaikan berbagai tanggapan dan aspirasi terhadap kebijakan tersebut. Hal ini berarti mendorong timbulnya pemerintahan demokrasi aygn traansparan, bersih, dan berwibawa.
- Dengan globalisasi berbagai kebijakan hukum dan penegakan HAM dapat diakses masyarakat luas dan dunia internasional. Hal ini sekaligus merupakan alat kontrol atau pengawasan dalam penegakkan HAM.
b) Bidang Perekonomian dan Perdagangan
- Penemuan di bidang pertanian dan industri di berbagai negara dapat segera diterima untuk meningkatkan kesejahteraan.
- Kerja sama antarnegara dalam perdagangan melalui ekspor/impor barang dapt berjalan dengan lancar.
- Kondisi kehidupan masyarakat seperti kemiskinan, kelaparan, dan diskriminasi diketahui oleh negara in, sehingga akan menjadi perhatian untuk mendapat penanganan dari dunia internasional.
- Beroperasinya perusaahan asing di Indonesia dapat mengurangi pengangguran.
- Meningkatnya aktivitas ekonomi penduduk.
c) Bidang Sosial dan Budaya
- Dengan globalisasi mempermudah kerja sama antar negara dalam upaya mengembangkan pendidikan dan kebudayaan.
- Penemuan di bidang pendidikan dan teknologi dapat segera diakses dan diterapkan sesuai kepribadian bangsa.
- Meningkatnya mutu pendidikan rakyat Indoensia sesuai dengan standar internasional.
- Meningkatnya jumlah tenaga ahli dari indonesia.
d) Bidang Pertahanan dan Keamanan
- Kerja sama untuk pengamanan daerah dapat cepat dilakukan.
- Berbagai hambatan dan ancaman dapat segera diketahui dan dengan cepat dilakukan penanggulangan.
- Dengan globalisasi kondisi tiap daerah mudah dipantau, sehingga memudahkan pengamanan wilayah.
- Memudahkan kerja sama dalam bidang militer dengan negara lain.
Demikian artikel tentang Pengertian dan Pentingnya Globalisasi Bagi Indonesia, semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terutama di bidang Kewarganegaraan.
Sumber : http://destracelca.blogspot.com/2014/03/pengertian-gelobalisasi.html
Senin, 27 Januari 2014
Tugas Soft Skill 4
1. Sebutkan dan jelaskan
properti sistem yang memberikan keamanan untuk sebuah sistem?
Jawab :
- Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan
3. SPESIALIS INFORMASI
Spesialisasi informasi (information specialist) untuk mengambarkan pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara system berbasis komputer.
4. PEMAKAI (MANUSIA)
End user sinonim dengan pemakai, ia menggunakan produk akhir suatu sistem berbasis komputer. Jadi, end-user computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai.
Jawab :
- Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan
- Sebuah
system harus mempunyai tiga property (sifat), yaitu :
- Integritas, system akan mempunyai
integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang system berusaha
untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu
kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari
komponennya tidak berjalan.
- Audibilitas, ia akan bersifat
audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan).
Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa,
memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.
- Daya kontrol, daya kontrol
memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh
terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini
adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara
terpisah.
2.
komputer yang ada dalam
jaringan memberikan peluang resiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer
yang ada didalam suatu ruangan, sebut dan jelaskan area kontrol untuk komunikasi
data ?
Jawab:
Komunikasi
Data (Data Communication)
Komputer yang
ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari
pada
komputer yang
ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :
- Kontrol pengiriman pesan
- Kontrol saluran (channel) komunikasi
- Kontrol penerimaan pesan
- Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh
- Kontrol pengiriman pesan
- Kontrol saluran (channel) komunikasi
- Kontrol penerimaan pesan
- Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh
3. Prototype
dapat memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara
sistemberfungsi
dalam bentuk lengkapnya, proses akan menghasilkan prototype (prototyping),
sebut dan jelaskan jenis – jenis prototype !
Jawab :
Jenis – jenis
Prototype :
1. Jenis
I , akan menjadi sistem opersional.
Langkah – langkahnya
:
-
Mengidentifikasi kebutuhan user.
-
Mengembangkan prototype.
-
Menentukan apakah prototype dapat diterima.
-
Menggunakan prototype.
2. Jenis
II , langkah – langkahnya :
- Mengadakan
sistem operasional.
- Menguji sistem
operasional.
- Menentukan jika
sistem operasional dapat diterima.
- Menggunakan
sistem operasional.
4. sebut dan
jelaskan sumber daya informasi perusahaan ?
SUMBER DAYA INFORMASI PERUSAHAAN
Macam- macam Sumber Daya Informasi :
1. HARDWARE
(PERANGKAT KERAS)
Hardware merupakan element dari sistem computer. Merupakan perangkat yang dapat lihat dan dapat sentuh secara fisik, seperti perangkat masukan, perangkat pemroses, maupun perangkat keluaran.
Hardware merupakan element dari sistem computer. Merupakan perangkat yang dapat lihat dan dapat sentuh secara fisik, seperti perangkat masukan, perangkat pemroses, maupun perangkat keluaran.
2. SOFTWARE
(PERANGKAT LUNAK)
Merupakan sekumpulan perintah yang dijalankan (atau dieskusi) oleh komputer. Program komputer ini terdiri dari susunan logika untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu di komputer. Melibatkan berbagai komponen dalam computer, seperti system operasi, program, dan data yang disimpan atau dibaca. Logika yang ada dalam perangkat lunak tersebut disusun sedemikian rupa sehingga computer dapat memahami dan menjalankan instruksi yang terkandung didalamnya.
Merupakan sekumpulan perintah yang dijalankan (atau dieskusi) oleh komputer. Program komputer ini terdiri dari susunan logika untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu di komputer. Melibatkan berbagai komponen dalam computer, seperti system operasi, program, dan data yang disimpan atau dibaca. Logika yang ada dalam perangkat lunak tersebut disusun sedemikian rupa sehingga computer dapat memahami dan menjalankan instruksi yang terkandung didalamnya.
3. SPESIALIS INFORMASI
Spesialisasi informasi (information specialist) untuk mengambarkan pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara system berbasis komputer.
4. PEMAKAI (MANUSIA)
End user sinonim dengan pemakai, ia menggunakan produk akhir suatu sistem berbasis komputer. Jadi, end-user computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai.
5. FASILITAS
(MESIN)
Fasilitas merupakan sumber daya untuk menyimpan dan mendukung sisem informasi, contohnya teknologi informasi. Dengan menggunakan fasilitas yang ada untuk menyimpan dan mendukung sumber daya tersebut.
Fasilitas merupakan sumber daya untuk menyimpan dan mendukung sisem informasi, contohnya teknologi informasi. Dengan menggunakan fasilitas yang ada untuk menyimpan dan mendukung sumber daya tersebut.
6. DATABASE
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
7. INFORMASI
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data adalah kenyataan yang
menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah
representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai,
mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dll, yang direkam
dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
5. sebut dan jelaskan 6 tahap dasar untuk
mencapai manajemen mutu !
Jawab :
tahapan - tahapannya :
1. mengidentifikasikan pelanggan IS
2. menentukan kebutuhan kualitas
3. menetapkan metrik kualitas
4. menentukan strategi kualitas IS
5. menerapkan program kualitas IS
6. memantau kinerja kualitsa IS
Minggu, 20 Oktober 2013
1. Sebutkan dan jelaskan langkah pendekatan sistem :
Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang
dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan
analisis secara sistem.
Dalam melakukan pendekatan sistem ada langkah-langkah dan tahapan yang bisa dilakukan:
Tahap I: Usaha persiapan
Langkah-langkahnya adalah memandang perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan (pemegang saham, pelanggan, masyarakat keuangan, masyarakat global, pemerintah, pesaing, pemasok, serikat kerja), mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan.
Tahap II: Usaha definisi
- Suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah).
- Mempelajari masalah untuk mencari solusi (pemahaman masalah).
- Mencari pemicu masalah (problem trigger) yang dapat berasal dari lingkungan atau dari dalam perusahaan.
- Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem. Caranya adalah menganalisis sisem menurut subsistem-subsistemnya. Kemudian apakah susbsistem itu terintegrasi menjadi satu unit yang berfungsi lancar? Lalu apakah semua subsistem bekerja untuk mencapai tujuan sistem? Setelah itu analisa top-down untuk mengidentifikasi tingkat sistem dimana penyebab persoalan berada.
- Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.Elemen-elemen sistem dapat dianalisis secara berurutan, yaitu:
- Mengevaluasi standar (standar harus sah/valid, standar harus realistis, standar harus dimengerti oleh mereka yang akan mencapainya, dan standar harus terukur).
- Membandingkan sistem output dengan standar.
- Mengevaluasi manajemen.
- Mengevaluasi pengolah informasi.
- Mengevaluasi input dan sumber daya input.
- Mengevaluasi proses transformasi.
- Mengevaluasi sumber daya output
Tahap III: Usaha solusi
- Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi. Dengan cara mencari jalan yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Seperti Brainstorming (tukar pikiran), dan Joint Application Design (rancangan aplikasi bersama)
- Mengevaluasi berbagai alternatif solusi. Contohnya dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, untuk mengukur seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah.
- Memilih solusi terbaik. Dengan cara menganalisis suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi. Kemudian memberi penilaian atas proses mental manajer. Setelah itu melakukan tawar-menawar atau negosiasi antara beberapa manajer.
- Menerapkan solusi. Masalah tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik tapi perlu diterapkan.
- Menindaklanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif
2. Sebutkan Beberapa sifat pengolahan data yang membedakan dengan area aplikasi lain :
Ada beberapa sifat pengolahan data yang membedakannya dengan aplikasi lain :
a. menjalankan tugas penting
b. mengikuti prosedur standar secara relative
c. mendapatkan data yang lengkap.
d. Mempunyai focus historisa yang palin utama
e. Memberikan informasi pemecahan masalah minimal.
3. berikan contoh sebuah sistem pakar :
Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik
Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut
Contoh – Contoh Sistem Pakar, antara lain:
- Kontrol. Contoh pengembangan banyak ditemukan dalam kasus pasien di rumah sakit, di mana dengan kemampuan sistem pakar dapat dilakukan kontoro terhadap cara pengobatan dan perawatan melalui sensor data atau kode alarm dan memberikan solusi terapi pengobatan yang tepat bagi si pasien yang sakit.
- Desain. Contoh sistem pakar di bidang ini adalah PEACE yang dibuat oleh
Dincbas pada tahun 1980 untuk membantu disain pengembangan sirkuit elektronik. Contoh lain adalah sistem pakar untuk membantu desain komputer dengan komponen-komponennya. - Diagnosis. Pengembangan sistem pakar terbesar adalah di bidang diagnosis penyakit, diagnosis kerusakan mesin kendaraan bermotor, diagnosis kerusakan komponen komputer, dan lain-lain.
- Intruksi. Intruksi merupakan pengembangan sistem pakar yang sangat berguna dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan, di mana sistem pakar dapat memberika instruksi dan pengajaran tertentu terhadap suatu topik permasalahan. Contoh pengembangan sistem pakar di bidang ini adalah sistem pakar untuk pengajaran bahasa Inggris, sistem pakar untuk pengajaran astronomi dan lain-lain.
- Interpretasi. Sistem pakar yang dikembangkan dalam bidang interpretasi melakukan proses pemahaman akan suatu situasi dari beberapa informasi yang direkam. Contoh sistem yang dikembangkan dewasa ini adalah sistem untuk melakukan sensor gambar dan suara kemudian menganalisanya dan kemudian membuat suatu rekomendasi berdasarkan rekaman tersebut.
- Monitor. Sistem pakar dibidang ini banyak digunakan militer, yaitu menggunakan sensor radar kemudian menganalisanya dan menentukan posisi obyek berdasarkan posisi radar tersebut.
- Perencanaan. Perencanaan banyak digunakan dalam bidang bisnis dan keuangan suatu proyek, di mana sistem pakar dalam membuat perencanaan suatu pekerjaan berdasarkan jumlah tenaga kerja, biaya dan waktu sehingga pekerjaan lebih efisien dan lebih optimal.
- Prediksi. Sistem pakar ini mampu memprediksi kejadian masa mendatang berdasarkan informasi dan model permasalahan yang dihadapi. Biasanya sistem memberikan simulasi kejadian masa mendatang tersebut, misalnya memprediksi tingkat kerusakan tanaman apabila terserang hama dalam jangka waktu tertentu. Program ini dibuat pada tahun 1983 oleh Boulanger dengan nama PLANT.
- Seleksi. Sistem pakar dengan seleksi mengidentifikasikan pilihan kemungkinan solusi. Biasanya sistem mengidentifikasikan permasalahan secara spesifik kemudian mencoba untuk menemukan solusi yang paling mendekati kebenaran.
- Simulasi. Sistem ini memproses operasi dari beberapa variasi kondisi yang ada dan menampilkan dalam bentuk simulasi. Contoh adalah program PLANT yang sudah menggabungkan antara prediksi dan simulasi, di mana program tersebut mampu menganalisa hama dengan berbagai kondisi suhu dan cuaca
Langganan:
Postingan (Atom)

